by

Cara Mencari Target Konsumen Kita

-Bisnis-402 views

Mana yang penting bagi kita, konversi atau traffic. Jika ada 500 pengunjung di website saya, berapa yang akhirnya membeli.

Jika konversi atau pembelian ingin ditingkatkan. Kita harus tahu siapa konsumen produk atau jasa kita. Jika bayangan kita masih seperti: semua orang. Atau orang yang tertarik produk kita. Pastinya, sulit mencari target pasar seperti itu. Dan, sulit juga dikemas secara khusus untuk mereka.

Tetapi, kita bayangkan jika. Jika kita mengerti beberapa hal ini:

  • Siapa orangnya, Kita tahu juga bagaimana mendapatkan mereka.  (blog dan situs yang mereka baca dan kunjungi. Produk yang mereka cari di Google, di medsos dll)
  • Bagaimana sebenarnya gambaran layanan dan produk yang mereka harapkan. Kita tentunya bisa samakan produk dan layanan dengan harapan mereka.
  • Bagaimana cara produk mereka bandingkan dan pilih. Kita tahu apa yang perlu kita sampaikan, tampilkan. Kita bisa memperlihatkan struktur yangs esuai harapan mereka.
  • Apa yang sebenarnya mereka inginkan. Sekali kita mengetahuinya, kita bisa setting 98% web kita match dengan harapan mereka.
  • Apa saja yang tidak penting untuk mereka. Tidak usah kita gunakan di situs kita tentunya.
  • Bagaimana masalah mereka bisa diselesaikan dengan produk atau layanan kita. Atau, bagaimana layanan kita memperbaiki hidup mereka.

Semua tenatng yang dicari dan dibutuhkan konsumen. Bukan yang kita BAYANGKAN mereka akan membutuhkannya.

Jika kita berhasil disini, maka kita bisa menjual dengan jauh lebih mudah. Ingat, konsumen kita bukan semua orang.

Bagaimana Cara Mencari Target Konsumen Kita

  • Mulai dengan Asumsi jika tanpa adanya data

Jika belum memiliki konsumen, atau baru mulai. Memang harus tebak – tabakan. Tetapi, tetap harus cerdas dan berdasar pengalaman yang mendekati juga.

Untuk konsumen pribadi, kita selalu mulai dengan  umur, jenis kelamin, lokasi, Juga, keperluan mereka.

Untuk B2B bisa saja berbeda.

Yang penting, kita bisa menggambarkan pengguna produk kita berdasar.

Situasi kebutuhan mereka. Misal, gadget dengan kamera bagus untuk traveler.

Apa sebenarnya masalah mereka.

Kebutuhan apa yang belum ditemukan.

Selain itu, perlu juga gambaran berapa besar pasar yang ada. Dan, bagaimana kita mengambil potongan kue yang ada.

  • Berbicara dan mencari tahu pada banyak orang

Jika tidak tahu, maka bertanya. Inilah hal yang penting. Jika memang ingin mengetahui apa yang diperlukan orang, maka bertanya langsung menjadi pilihan utama.

Kita bisa bertanya kepada konsumen. Juga kepada konsumen pesaing kita.

  • Bagaimana jika asumsi kita sekarang salah

Biasa terjadi. Berubah haluan saat mengetahui apa sebenarnya kebutuhan konsumen kita sangat biasa terjadi. Karena itulah, ada baiknya juga untuk memulai semua tidak dengan modal yang sangat besar. Karena, bisa saja asumsi kita memang kurang pas di awal.

  • Survei konsumen yang ada sekarang

Salah satu hal yang baik yang bisa dilakukan. Survei konsumen yang ada. Bisa saja dengan cara anonim. Kemudian, pertanyaan sebaiknya jangan terlalu banyak. Membosankan dan nanti akan asal menjawab.

Beberapa pertanyaan standard:

  • Siapa anda? Yang kita minta adalah data demografis mereka dan cari tahu apakah ada trennya. Jika anda dalam bisnis B2B, kita bertanya jenis industri mereka, posisi disana dan siapa yang berwenang mengambil keputusan.
  • Penggunaan produk? Untuk menyelesaikan masalah apa?  Pertanyaan ini juga membuka peluang terlihatnya hal tidak perlu yang kita sertakan di produk.
  • Bagaimana produk atau layanan memperbaiki kehidupan mereka? Perbaikan real yang terjadi pada mereka. Atau bisnis mereka. Jika ada perbaikan, kita bisa minta testimonial.
  • Apa yang paling anda sukai dari produk kami? Memahami hal – hal dari produk atau layanan yang disukai konsumen. Juga, perlu sering disebut dalam promosi.
  • Adakah produk lain yang dipertimbangkan selain produk kita. Jika ada di mana dan yang mana? Apakah konsumen memiliki alternatif produk. Jika perlu, buat halaman perbandingan produk tersebut. Gunakan untuk keuntungan kita.
  • Mengapa Anda akhirnya memilih produk kami? Kita perlu mengetahui  apa dasar keputusan mereka. Keyakinan bahwa produk kita lebih baik. Pada tahap ini, kita tahu ada hal yang bisa kita tingkatkan..
  • Keraguan apa yang ada sebelum memilih produk kami? Kita perlu mencari sumber dan memperbaiki.
  • Pertanyaan Anda yang belum terjawab? Separuh pembelian tidak diselesaikan karena ada info yang tidak lengkap. Kita bisa tahu, info yang hilang serta hal – hal lain yang diinginkan konsumen.
  • Apakah ada hal lain yang ingin anda ceritakan kepada kami? Kita perlu masukan tentang hal diluar yang kita bayangkan.
  • Apa lagi yang anda ingin beli dari kami? Pertanyaan ini membuka peluang adanya produk atau layanan baru. Juga adanya modifikasi.

Beberapa tips saat melakukan survei

  • Jangan terlalu banyak pertanyaan. Terlalu banyak pertanyaan membuat bosan. Dan merusak kualitas survei.
  • Jangan ada pertanyaan ambigu.
  • Pertanyaan harus jelas tujuannya. Apa manfaat jawabannya nanti
  • Menghindari pilihan ganda. Jangan mencoba merasa tahu apa jawaban para konsumen. Kita biarkan saja mereka menjawab dengan bebas sesuai dengan pengalaman mereka.
  • Insentif. Bisa kita berikan pengumuman: Isi survei dalam 4 hari dan dapatkan payung gratis atau undian HP ( misalnya ).

Setelah survei, hal lain yang penting adalah data dari Google.

  • Menggunakan Google Analytics

Menggunakan Google Analytics memberikan kemudahan untuk melihat banyak hal. Misal demografi pengunjung. Juga kata kunci yang mereka cari untuk datang ke website Anda.

Secara umum, inilah yang kita dapatkan jika menggunakan Google Analytics.

1. Sumber traffic yang konversinya terbaik. Asal traffik ini darimana?

2. Konten dengan performa terbaik. Konten yang menghasilkan traffik dan konversi. mana yang tidak?

3. Keyword / kata kunci dengan koversi ( hasil pembelian ) yang paling baik. Kata kunci yang menghasilkan penjualan tertinggi. Dan, bisakah di SEO kan untuk mendapat rangking lebih baik di Google?

4. Landing pages dengan konversi terbaik. Mana landing page yang memberikan jumlah penjualan terbaik. Juga persentase penjualan terbaik dibanding jumlah pengunjungnya. Kita bisa membuat yang serupa itu lagi untuk produk atau jasa lainnya.

5. Laporan ecommerce. Untuk situs ecommerce, kita bisa mendapatkan data channel yang baus kinerjanya.

  • Menguji asumsi kita

Sekarang, dengan data – data ini, kita uji asumsi kita. Sebanyak – banyaknya. Hasil pengujian, tentunya masih berupa hipotesis. karenanya bisa kita uji di dunia nyata.

Jika traffik atau pengunjung situs sedikit, kita bisa beriklan. Dengan Google Ads. Waktu pengujian juga perlu dipercepat. Jangan kehilangan potensi penjualan terlalu lama.

Kesimpulan: Cara Mencari Pelanggan

Konversi atau penjualan terjadi jika traffic yang kita kehendaki bertemu dengan penawaran yang sesuai.

Tugas kita, adalah mendatangkan traffik yang sesuai dan memastikan website relevan untuk pengunjung.

Gunakan berbagai cara diatas untuk mendapatkan calon konsumen yang tertarget. Dengan survei, bertanya dan juga berbicara kepada banyak orang. Juga, menggunakan Google Analytics. Kita perlu menerapkan di situs kita.

Kita harus membuat, konsumen datang di situs kita. Dan berkata, ini yang saya cari.

Inilah sedikit tips artikel tentang cara mendapatkan pelanggan / konsumen. Semoga bermanfaat dan salam sehat dan sukses selalu!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Anda membutuhkan jasa pembuatan website ? segera saja kontak lawang techno, lejitkan omset usaha anda dengan website dan rasakan ledakan profit bisnis anda

News Feed